Hari ini aku baru meraskan pelangi datang dihidupku. Sosok
itu begitu indah. Laki-laki yang kukira Tuhan ciptakan untuk mengobati luka yang
telah lalu. Singkat memang aku mengenalnya. Melalui sebuah pertemuan singkat pula,
namun mengapa aku begitu yakin atas apa yang ku jalani malam itu. Tepatnya
di malam orang-orang di kota metropolitan sedang bersuka cita merayakan hari
lahirnya.
Malam itu, ia mengajakku bertemu. Tak terlalu banyak memang
yang dapat aku dan dia (tepatnya kami) lakukan. Tawa dan senyumnya begitu indah. Apalah arti semua itu? Aku tak dapat menerka dengan jelas.
Terbang melayang tinggi di udara seperti seekor burung yang
hendak pergi bebas dari sangkarnya. Tiba-tiba burung harus terjatuh. Tepatnya, aku harus terjatuh karna ternyata pelangi itu tak tercipta untukku. Aneh memang
jika ditanya. Awalnya aku telah menganggap Tuhan menakdirkannya untukku, namun ternyata Tuhan punya rencana lain. Tuhan tunjukkan bahwa dia tak layak untukku.
Kata-katanya ternyata hanya palsu. Pelangi itu telah memiliki mentari
setelahnya. Maka ia tak pernah muncul kembali saat hujan turun.
Nyatanya, sekarang senyum dan tawa di malam itu tak terlihat lagi. Dan aku kembali terpuruk. Mengapa pelangi itu hilang dan tak terlihat kembali? Apa sebenarnya salah jika hujan mengharapkan pelangi untuknya?
Aku mencoba mengiklaskan itu semua. Karna pada akhirnya mungkin memang dia bukan jodohku. Tapi aku sangat berharap jika memang Tuhan sengaja mengujiku, aku harap bisa melewati ini semua sampai akhirnya ada pelangi baru yang benar-benar tercipta untukku. Entah kapanpun itu. Aku percaya pasti akan terjadi.