Rabu, 26 Juni 2013

Biarkan Cinta itu Tumbuh dengan Sendirinya di Hatimu

Hari ini aku baru meraskan pelangi datang dihidupku. Sosok itu begitu indah. Laki-laki yang kukira Tuhan ciptakan untuk mengobati luka yang telah lalu. Singkat memang aku mengenalnya. Melalui sebuah pertemuan singkat pula, namun mengapa aku begitu yakin atas apa yang ku jalani malam itu. Tepatnya di malam orang-orang di kota metropolitan sedang bersuka cita merayakan hari lahirnya.

Malam itu, ia mengajakku bertemu. Tak terlalu banyak memang yang dapat aku dan dia (tepatnya kami) lakukan. Tawa dan senyumnya begitu indah.  Apalah arti semua itu? Aku tak dapat menerka dengan jelas.


Terbang melayang tinggi di udara seperti seekor burung yang hendak pergi bebas dari sangkarnya. Tiba-tiba burung harus terjatuh. Tepatnya, aku harus terjatuh karna ternyata pelangi itu tak tercipta untukku. Aneh memang jika ditanya. Awalnya aku telah menganggap Tuhan menakdirkannya untukku, namun ternyata Tuhan punya rencana lain. Tuhan tunjukkan bahwa dia tak layak untukku. Kata-katanya ternyata hanya palsu. Pelangi itu telah memiliki mentari setelahnya. Maka ia tak pernah muncul kembali saat hujan turun.

Nyatanya, sekarang senyum dan tawa di malam itu tak terlihat lagi. Dan aku kembali terpuruk. Mengapa pelangi itu hilang dan tak terlihat kembali? Apa sebenarnya salah jika hujan mengharapkan pelangi untuknya?

Aku mencoba mengiklaskan itu semua. Karna pada akhirnya mungkin memang dia bukan jodohku. Tapi aku sangat berharap jika memang Tuhan sengaja mengujiku, aku harap bisa melewati ini semua sampai akhirnya ada pelangi baru yang benar-benar tercipta untukku. Entah kapanpun itu. Aku percaya pasti akan terjadi.

Senin, 24 Juni 2013

Pelangiku

"Jodoh itu kaya warna abu-abu. Kita gak pernah tau pastinya siapa? warna hitam atau putihkah yang didapatkan. Tapi yang perlu dipercaya, pasti warna abu-abu itu akan datang tepat pada waktunya, disaat yang tidak pernah tertuga dan pada orang yang tak terduga pula."

Berulang kali aku coba memotivasi diri. Cinta memang telah membuatku menjadi wanita yang penuh keragu-raguan. Namun dalam sekejap saja, aku bisa menjadi wanita yang asyik meladeni banyak pria yang datang. Tapi entah mengapa, selalu saja rasa kecewa itu datang.
Entah mengapa, aku tak tahu. Mungkin ini takdirku, sebelum akhirnya aku menemukan engkau. Sosok pelangi yang menyinari hidupku. Pelangi yang membuat kehadiran hujan menjadi lebih bermakna.

Mungkin aku harus bersyukur atau berhati-hati kembali. Aku tak tahu harus bagaimana menyikapi ini semua. Bukah hanya sebagai pelangi, tapi kau juga seperti dewa yang membawa ketentraman padaku untuk sesaat.

Apakah kau memang takdirku? Ku coba terus menelusuri maksud akan kedatanganmu. Namun sampai sekarang aku belum menemukan jawaban itu. Apapun yang terjadi nantinya, aku berharap kau memang diciptakan Tuhan sebagai dewa penolong bagiku. Sebagai pelangi yang memberikan cahaya indah setelah hujan.

"Setiap kali hujan, pasti akan ada pelangi untuk melengkapi hujan itu. Jika kau pelangi terbaik dan terindah yang diberikan Tuhan padaku, maka aku tidak akan menolaknya dan akan ku pertahankan engkau, pelangku."